Resmi Dibuka! Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Angkatan II Tahun 2026 di PINTAR Kemenag
Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Angkatan II Tahun 2026 resmi dibuka melalui platform PINTAR Kemenag. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Agama dalam memperkuat pendidikan karakter, membangun budaya madrasah yang humanis, serta menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan dengan sasaran guru, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan madrasah di Indonesia.
Apa Itu Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)?
Kurikulum Berbasis Cinta atau KBC merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pentingnya nilai kasih sayang, harmoni, toleransi, dan pembentukan karakter dalam proses pembelajaran.
KBC hadir sebagai jawaban atas tantangan pendidikan modern yang tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga penguatan moral, empati sosial, kesehatan mental, dan sikap saling menghargai.
Melalui pendekatan ini, pendidikan diharapkan mampu mencetak peserta didik yang:
- Cerdas secara intelektual
- Kuat secara spiritual
- Sehat secara emosional
- Mampu hidup harmonis dalam keberagaman
Jadwal Pelatihan KBC Angkatan II 2026
Berdasarkan informasi pada platform PINTAR Kemenag, jadwal pelatihan adalah sebagai berikut:
- Pendaftaran: 17–21 Mei 2026
- Pelaksanaan: 22–26 Mei 2026
- Durasi Pelatihan: 50 JP
Peserta dapat mengikuti pelatihan secara daring melalui platform resmi PINTAR Kemenag.
Materi Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta
Pelatihan KBC menghadirkan berbagai materi penting yang relevan dengan penguatan karakter dan budaya madrasah, di antaranya:
1. Filosofi Kurikulum Berbasis Cinta
Peserta akan memahami landasan filosofis pendidikan berbasis kasih sayang dan kemanusiaan.
2. Pancacinta
Konsep utama dalam KBC yang meliputi:
- Cinta Allah dan Rasul-Nya
- Cinta Ilmu
- Cinta Alam
- Cinta Diri dan Sesama
- Cinta Tanah Air
3. Social Emotional Learning (SEL)
Materi ini membantu guru memahami pentingnya kecerdasan emosional dalam pembelajaran.
4. Disiplin Positif
Pendekatan disiplin tanpa kekerasan yang mendorong kesadaran dan tanggung jawab peserta didik.
5. Happy Tanpa Bully
Strategi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas perundungan.
6. Beda is Not Bad
Penguatan nilai toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan moderasi beragama.
7. Implementasi KBC di Madrasah
Peserta dibimbing untuk mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah.
Tujuan Pelatihan KBC
Pelatihan ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan pemahaman guru tentang pendidikan berbasis cinta
- Memberikan strategi implementasi di madrasah
- Memperkuat karakter peserta didik
- Menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih humanis dan harmonis
Selain itu, pelatihan ini juga mendukung pengembangan SDM unggul yang memiliki integritas, kemampuan sosial, dan kesiapan menghadapi tantangan global.
Mengapa Pelatihan Ini Penting?
Di era modern, tantangan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga:
- Krisis karakter
- Bullying
- Intoleransi
- Rendahnya empati sosial
- Tekanan kesehatan mental peserta didik
Karena itu, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi pendekatan yang relevan untuk membangun pendidikan yang lebih bermakna dan berorientasi pada kemanusiaan.
KBC tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, penghormatan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Cara Daftar Pelatihan KBC di PINTAR Kemenag
Bagi guru dan tenaga kependidikan yang ingin mengikuti pelatihan ini, pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi:
Peserta cukup login menggunakan akun yang telah terdaftar, kemudian memilih menu pelatihan dan mencari program “Kurikulum Berbasis Cinta”.
Penutup
Pembukaan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Angkatan II Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam transformasi pendidikan madrasah di Indonesia. Dengan pendekatan yang menekankan nilai kasih sayang, toleransi, dan pembentukan karakter, KBC diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi masa depan.
Melalui pelatihan ini, guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif, aman, dan penuh cinta di madrasah.

0Comments